Sabtu, 06 Desember 2014

shopious


Shopious adalah sebuah platform iklan toko online yang ada di social media (Instagram dan Facebook). Kami ingin membantu toko-toko online untuk mendapatkan pelanggan yang lebih banyak lagi dengan menampilkan barang-barang mereka di website kami agar bisa dilihat oleh user yang tidak memakai platform social media yang bersangkutan.
Tampilan baru website Shopious tampak sederhana. Di halaman depannya, terdapat daftar produk dan juga kategori produk di sebelah kirinya. Semua daftar produk tersebut ditampilkan dalam bentuk gambar. Tapi, informasi yang ditampilkan pada tiap foto produk tidak konsisten – ada yang lengkap dengan harga danukuran, ada yang tidak – ini dikarenakan semua keterangan tersebut diambil langsung dari caption foto produk di Instagram. Penjual yang ingin menjual barang mereka hanya perlu mendaftarkan diri agar akun Instagram mereka terintegrasi dengan platform Shopious. Setelah terdaftar, penjual tinggal meng-update toko online mereka dengan meng-upload foto di Instagram. Tiap foto yang baru di-upload akan otomatis masuk ke website Shopious, sehingga penjual tidak harus repot-repot meng-update produk mereka di website Shopious. Di sisi pembeli, jika mereka tertarik terhadap suatu produk, mereka tidak bisa langsung menghubungi sang penjual. Pembeli diharuskan untuk memasukkan kontak Twitter, BBM, WhatsApp, Line, atau KakaoTalk, serta memasukkan pertanyaan terkait produk tersebut. Setelah itu, pembeli akan mendapatkan kontak sang penjual untuk kemudian dihubungi. Dari situ, urusan transaksi dilakukan oleh pembeli dan penjual secara langsung (Shopious sudah tidak terlibat apa-apa lagi). Oh, dan pertanyaan tersebut akan dibalas langsung oleh sang penjual pada akun yang Anda masukkan (saya baru saja mendapat mention dari salah seorang penjual setelah memasukkan pertanyaan). Bayar bila Shopious telah membantu bisnis Anda Shopious screenshot

 Awalnya, penjual bisa memasang produk mereka secara gratis. Tapi, jika suatu saat ada calon pembeli yang tertarik dan mulai memberi komentar pada suatu produk, sang penjual akan diberi pemberitahuan untuk mulai membayar layanan Shopious. Jika tidak mau membayar, maka penjual tersebut akan ‘diusir’ dari Shopious. Aditya menjelaskan bahwa hal ini dilakukan agar mereka bisa menyeleksi para penjual yang serius dengan yang tidak serius, atau bahkan dengan penipu. Berapa biaya yang harus dibayar penjual? Dengan Rp 35.000 per bulan, penjual bisa memasang 10 produk tiap bulannya. Jika kurang, pengguna bisa membayar Rp 50.000 per bulan untuk bisa memasang 20 produk tiap bulan. Saat ini, Shopious sudah memiliki 1.000 penjual dan menawarkan lebih dari 10.000 produk. Dari 1.000 penjual tersebut, 100 di antaranya sudah membayar. Ke depannya, Shopious juga akan mengagregasi toko online di Facebook pada website-nya.
 Baguskah model ini? Model ini cukup menarik karena umumnya, penjual di Instagram menghadapi satu masalah: visibilitas produk penjual hanya terbatas pada orang yang berteman dengan sang penjual di jejaring sosial tersebut. Jadi, pengguna Instagram yang tidak mengikuti akun sang penjual, atau orang yang tidak memiliki akun Instagram tersebut tidak bisa melihat produk sang penjual. Dengan model yang sekarang ini, Shopious membantu penjual mengatasi masalah tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar